Bekerja di lembaga pendidikan seperti bimbel memang punya suasana yang berbeda. Lingkungannya sangat cair, santai, dan menuntut kita untuk sering berinteraksi satu sama lain.
Namun, di balik suasana yang seru itu, ada risiko psikologis yang nyata bernama Mere-Exposure Effect.
Secara sederhana, ini adalah kondisi di mana seseorang mulai merasa suka atau nyaman kepada orang lain hanya karena mereka sering bertemu dan berkomunikasi.
Dalam aktivitas sehari-hari di bimbel, koordinasi dengan rekan kerja baik laki-laki dan perempuan dari berbagai latar belakang berlangsung secara intens.
Selain itu, ada interaksi rutin dengan siswa yang terkadang melibatkan sesi bimbingan personal atau sekadar mendengar keluh kesah mereka tentang pelajaran.
Karena frekuensi pertemuan yang tinggi dan suasana yang tidak kaku, otak kita sering kali melakukan kesalahan logika.
Kita mulai menganggap sikap ramah atau perhatian kecil sebagai sesuatu yang spesial, padahal itu hanyalah bagian dari pekerjaan.
Di sinilah letak bahayanya: kita mulai baper hanya karena faktor "terbiasa".
Sebagai pendidik di lembaga yang memiliki nilai-nilai Islami, kita punya tanggung jawab besar untuk menjaga batasan.
Kita harus sadar bahwa guru adalah teladan. Sangat penting bagi kita untuk menjaga diri agar tidak terjebak dalam perasaan kepada lawan jenis, apalagi sampai memiliki perasaan kepada siswa.
Siswa menaruh kepercayaan kepada kita sebagai pembimbing, sehingga sangat tidak profesional jika kita membiarkan ada celah perasaan yang melanggar batasan tersebut.
Kita harus berani jujur pada diri sendiri. Jika mulai muncul perasaan yang tidak wajar karena seringnya interaksi, segera ambil jarak dan luruskan kembali niat bekerja.
Menjaga marwah diri dan nama baik institusi jauh lebih penting daripada menuruti ego sesaat.
Ingat, profesi ini adalah amanah untuk mendidik generasi, bukan tempat untuk mencari perhatian atau pelampiasan hati.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).
Sering kali pintu maksiat tidak terbuka lewat ajakan langsung, tapi lewat kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita remehkan setiap hari.
-Redia Sisthawan