Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga performa. Buat siswa yang harus fokus belajar seharian atau pekerja yang dituntut tetap produktif, sahur bukan sekadar “asal kenyang”. Salah pilih menu, jam 10 pagi sudah mulai lemas, ngantuk, dan sulit konsentrasi.
Sebagai keluarga besar Bimbel Nurul Fikri yang terbiasa hidup disiplin dan produktif, yuk kita upgrade menu sahur supaya energi stabil sampai waktu berbuka.
Kenapa Harus Tinggi Serat dan Protein?
1. Serat = Energi Tahan Lama
Serat memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Gula darah juga lebih stabil, jadi tidak mudah “drop” di tengah hari.
Sumber serat yang baik:
2. Protein = Anti Lemas & Anti Ngantuk
Protein membantu menjaga massa otot dan membuat kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana. Cocok untuk yang aktivitasnya padat.
Sumber protein praktis:
Contoh Menu Sahur Anti Lemas (Praktis & Realistis)
1️⃣ Menu Cepat 10 Menit (Anak Kos Friendly)
2️⃣ Menu Sahur untuk Pegawai Kantoran
Komposisi ini seimbang: karbo kompleks, protein, dan serat.
3️⃣ Menu Sahur Fokus Belajar (Siswa)
Karbo kompleks + lemak sehat + protein membantu konsentrasi lebih stabil saat kelas atau rapat.
Hindari Ini Saat Sahur ❌
Tips Tambahan Supaya Tidak Lemas
Penutup
Sahur adalah investasi energi untuk 13-14 jam ke depan. Untuk siswa dan pekerja, termasuk kita di keluarga besar Bimbel Nurul Fikri, memilih menu tinggi serat dan protein bukan gaya hidup mahal-tapi strategi agar tetap fokus, produktif, dan ibadah maksimal selama Ramadan.
Semoga Ramadan kali ini bukan hanya kuat menahan lapar, tapi juga kuat menjaga kualitas kerja dan kontribusi kita.