Ka Amir 2 minggu yang lalu
admin #opini

Sinkronisasi Semut dan Gajah: Ajakan untuk Tumbuh Bersama di Titik Balik Pendidikan

Melihat dinamika lembaga bimbingan belajar saat ini, kita harus jujur bahwa ekosistem pendidikan telah bergeser secara fundamental.

Pasca-penghapusan Ujian Nasional dan percepatan digitalisasi, kita tidak lagi berada di zona nyaman.

Bimbel Nurul Fikri, sebagaimana lembaga pendidikan lainnya, sedang berada di fase strategic inflection point-sebuah titik penentu di mana kita harus memilih untuk bertransformasi atau perlahan kehilangan relevansi.

Namun, transformasi ini tidak akan pernah terjadi jika kita hanya memperbaiki sistem tanpa menyentuh akar terdalamnya yaitu keselarasan gerak kolektif kita.

Mengambil alegori dari Vince Poscente tentang "Semut dan Gajah", kita sering menghadapi ketidaksinkronan internal yang fatal.

"Semut" adalah simbol dari strategi, visi, dan perencanaan rasional yang kita susun di ruang-ruang rapat.

Sementara "Gajah" adalah representasi dari pikiran bawah sadar, emosi kolektif, dan motivasi batin seluruh karyawan serta pengajar.

Sehebat apa pun strategi "Semut" untuk menuju oase kemajuan, langkah itu akan sia-sia jika "Gajah" di bawahnya yaitu mentalitas dan budaya kerja kita justru melangkah ke arah yang berbeda.

Penelitian psikologi menegaskan bahwa pikiran bawah sadar memiliki kekuatan jutaan kali lipat dibanding pikiran sadar.

Inilah mengapa emotional engagement menjadi kunci.

Keberhasilan kita bukan hanya soal seberapa canggih teknologi pembelajaran yang kita miliki, melainkan seberapa kuat rasa memiliki, empati, dan cinta kita terhadap proses pendidikan itu sendiri.

Jika kita ingin tumbuh bersama (growth together), maka setiap individu dari manajemen hingga lini terdepan harus menyatukan energi batinnya dengan misi besar lembaga.

Kita perlu membangun burning desire agar setiap lelah kita bernilai ibadah dan setiap inovasi kita menjadi amal jariyah.

Perubahan organisasi yang berkelanjutan hanya bisa dimulai dari perubahan diri secara personal.

Sesuai dengan nilai spiritual yang kita pegang, keberkahan kerja adalah pilar utama yang menyatukan rasionalitas profesional dengan ketulusan pengabdian.

Mari kita luruskan kembali niat dan perkuat sinergi. Saatnya kita memastikan bahwa "Semut" dan "Gajah" dalam diri kita melangkah ke arah yang sama.

Hanya dengan kesatuan visi dan emosi spiritual yang kuat, kita akan mampu melewati masa transisi ini menuju fase pertumbuhan baru yang lebih berkah dan bermakna bagi umat.

“Jangan bermimpi tentang perubahan besar bagi lembaga jika kau sendiri masih enggan mengubah niat dan mentalitas yang menghambat pertumbuhanmu.”

 

- Redia Sisthawan

Hari Pertama Raker Pengajar Bimbel Nurul Fikri, J. Setiadi: Kita Raker karena Kita Muslim yang Berusaha Profesional dalam Bekerja
Hari Pertama Raker Pengajar Bimbel Nurul Fikri, J. Setiadi: Kita Raker karena Ki...
defaultuser.png
Ka Amir
6 bulan yang lalu
Antusiasme Tinggi Warnai Raker Pengajar Bahasa Indonesia Bimbel Nurul Fikri
Antusiasme Tinggi Warnai Raker Pengajar Bahasa Indonesia Bimbel Nurul Fikri
defaultuser.png
Ka Amir
1 bulan yang lalu
Puncak Milad Ke-40 Bimbel NF, Testimoni Orang Tua Siswa: 'Di NF Bukan Sekadar Akademik, tapi Penanaman Nilai Islami Seumur Hidup”
Puncak Milad Ke-40 Bimbel NF, Testimoni Orang Tua Siswa: 'Di NF Bukan Sekadar Ak...
defaultuser.png
Ka Amir
3 bulan yang lalu
Evaluasi Program Pendidikan: Fondasi Peningkatan Mutu di Lembaga Bimbingan Belajar
Evaluasi Program Pendidikan: Fondasi Peningkatan Mutu di Lembaga Bimbingan Belaj...
defaultuser.png
Ka Amir
1 bulan yang lalu
5 Tips Memilih Bimbel untuk Anak, Orang Tua Wajib Perhatikan Hal Ini
5 Tips Memilih Bimbel untuk Anak, Orang Tua Wajib Perhatikan Hal Ini
defaultuser.png
Ka Amir
3 bulan yang lalu