Ka Amir 15 jam yang lalu
admin #news

Bimbel Nurul Fikri Telah Mendaftarkan Puluhan Pegawai untuk Menunaikan Ibadah Haji


Ada banyak cara sebuah lembaga menghargai orang-orang yang tumbuh bersama di dalamnya. Sebagian memberi penghargaan dalam bentuk jabatan, sebagian lagi dalam bentuk fasilitas kerja. Namun di Bimbel Nurul Fikri, penghargaan itu hadir dalam bentuk yang jauh lebih dalam: membantu pegawainya memenuhi panggilan ke Tanah Suci.

Tahun ini, dua pegawai NF mendapat kesempatan berangkat menunaikan ibadah haji, yakni Pak Agus Sudono dan Pak Zultahrir. Keduanya menjadi bagian dari puluhan pegawai lain yang selama ini telah didaftarkan haji oleh Bimbel Nurul Fikri sebagai bentuk perhatian sekaligus apresiasi atas pengabdian mereka.

Menariknya, program ini bukan hanya diperuntukkan bagi pegawai saja. NF juga turut mendaftarkan istri pegawai tersebut agar perjalanan ibadah haji dapat dijalani bersama keluarga. Bagi sebagian orang, kesempatan berhaji bersama pasangan adalah impian besar yang membutuhkan waktu panjang untuk diwujudkan. Karena itu, dukungan yang diberikan NF menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi para pegawai dan keluarganya.

Bagi banyak orang, berangkat haji adalah perjalanan panjang yang penuh penantian. Ada yang menabung bertahun-tahun, ada pula yang terus berharap sambil belum tahu kapan giliran itu tiba. Menariknya, Pak Agus Sudono justru mengaku dirinya tidak terlalu memikirkan kapan panggilan itu datang.

“Ga terlalu mikirin, mengalir saja,” tuturnya sambil tersenyum. “Tiba-tiba dapat pengumuman dapat rumah, dapat haji, dan dapat lainnya. Alhamdulillah tahun ini tiba giliran saya.”

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi menyimpan rasa syukur yang besar. Kadang memang begitu cara Allah menghadirkan rezeki. Tidak selalu datang dari hal yang terus-menerus dikejar, tetapi dari jalan yang bahkan tak terlalu diperkirakan.

Pak Agus juga menyampaikan bahwa kesehariannya sebagai guru di NF sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang ia jalani dengan penuh rasa syukur. Ada proses panjang yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi akhirnya mengantarkan pada kesempatan besar ini.

Saat ditanya tentang makna ibadah haji, beliau menjawab dengan nada yang tenang.

“Haji itu menyempurnakan rukun Islam,” ujarnya. “Dengan kondisi saya, cukup diringankan. Kalau dilakukan sendiri mungkin belum mampu, tapi dimampukan oleh NF.”

Pernyataan itu terasa hangat. Sebab di balik keberangkatan ini, ada nilai kebersamaan yang begitu terasa. Bahwa perjalanan ibadah tidak selalu dilalui sendirian. Kadang ada lembaga, lingkungan, atau orang-orang baik yang ikut menjadi jalan kemudahan.


Sementara itu, Pak Zultahrir juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya menjelang keberangkatan. Baginya, momen yang paling dinantikan bukan hanya berada di Tanah Suci, tetapi bagaimana bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat dan hati yang bersih.

Beliau berharap dapat menjalankan ritual haji dengan sungguh-sungguh, menjaga niat, serta menghindari sikap riya dalam beribadah. Sebelumnya, ia juga pernah mendapat kesempatan umrah dan merasa Allah banyak memberikan kemudahan dalam perjalanan spiritualnya.

Menariknya lagi, baik Pak Agus maupun Pak Zultahrir merasa bahwa nilai-nilai yang selama ini tumbuh di NF selaras dengan nilai-nilai yang dibawa dalam perjalanan ibadah. Tentang kesederhanaan, keikhlasan, pelayanan, dan semangat terus memperbaiki diri.

Bagi keluarga besar NF, keberangkatan ini tentu bukan hanya kabar bahagia bagi dua orang pegawai saja. Ada rasa ikut senang, ikut terharu, sekaligus ikut berharap suatu hari nanti bisa menyusul memenuhi panggilan yang sama bersama keluarga tercinta.

Di akhir testimoninya, terselip pesan sederhana namun menenangkan dari Pak Agus untuk rekan-rekan di NF.

“Sabar dan husnuzon saja menunggu panggilan haji.”

Sebuah kalimat yang mungkin terdengar singkat, tetapi terasa dekat bagi siapa saja yang sedang menunggu sesuatu dalam hidupnya. Sebab tidak semua hal datang sesuai waktu yang kita inginkan. Kadang, ia hadir tepat pada waktu terbaik menurut Allah.

Semoga keberangkatan Pak Agus Sudono dan Pak Zultahrir menjadi haji yang mabrur, membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan kerja, dan juga menjadi inspirasi bagi keluarga besar Bimbel Nurul Fikri untuk terus menanam kebaikan dalam setiap langkah pengabdian.

Webinar Bimbel Nurul Fikri, Tiga Prinsip Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Meaningful, dan Joyful
Webinar Bimbel Nurul Fikri, Tiga Prinsip Pembelajaran Deep Learning: Mindful, Me...
defaultuser.png
Ka Amir
10 bulan yang lalu
Menyemai Benih Inovasi Bernuansa Iman: Kolaborasi Gen Z dan Milenial
Menyemai Benih Inovasi Bernuansa Iman: Kolaborasi Gen Z dan Milenial
defaultuser.png
Ka Amir
4 bulan yang lalu
Marhaban ya Ramadan: Saatnya “Set Niat” dan Konsisten 30 Hari Bersama Bimbel Nurul Fikri
Marhaban ya Ramadan: Saatnya “Set Niat” dan Konsisten 30 Hari Bersama Bimbel Nur...
defaultuser.png
Ka Amir
3 bulan yang lalu
AGILE dan Adaptif: Cara Manajer Bimbel Nurul Fikri Menghadapi Tantangan Lapangan
AGILE dan Adaptif: Cara Manajer Bimbel Nurul Fikri Menghadapi Tantangan Lapangan
defaultuser.png
Ka Amir
3 minggu yang lalu
KHATAM AL-QUR’AN 30 HARI: Strategi Realistis Untuk Pegawai Bimbel Nurul Fikri
KHATAM AL-QUR’AN 30 HARI: Strategi Realistis Untuk Pegawai Bimbel Nurul Fikri
defaultuser.png
Ka Amir
3 bulan yang lalu