Ka Amir 4 hari yang lalu
admin #news

AGILE dan Adaptif: Cara Manajer Bimbel Nurul Fikri Menghadapi Tantangan Lapangan


Kabar NF - Upaya memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Bimbel Nurul Fikri terus berlanjut. Setelah pelatihan manajerial yang diselenggarakan pada November 2025, kini program pengembangan kompetensi tersebut memasuki tahap lanjutan melalui pelatihan bertajuk Adaptive Leaders yang berlangsung pada 29–30 April 2026 di Sofyan Hotel Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan.

Pelatihan ini bukan hadir sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. Ia merupakan kelanjutan dari proses panjang, dimulai dari asesmen, pelatihan dasar, hingga implementasi awal di lapangan. Dalam konteks itu, pelatihan lanjutan ini menjadi ruang untuk memperdalam sekaligus merefleksikan praktik kepemimpinan yang sudah dijalankan para manajer Bimbel Nurul Fikri selama beberapa bulan terakhir.

Jika pada pelatihan sebelumnya fokus diarahkan pada penguatan kompetensi coaching & development, kali ini pendekatannya terasa sedikit bergeser. Lebih luas, namun juga lebih personal. Peserta tidak hanya diajak memahami bagaimana memimpin tim, tetapi juga bagaimana beradaptasi dengan perubahan, membaca situasi, dan menyesuaikan gaya kepemimpinan secara kontekstual.

Sebanyak 53 peserta yang merupakan manajer wilayah, area, dan departemen kembali terlibat dalam pelatihan ini. Waktu pelaksanaan dibagi dalam dua sesi setiap harinya, sehingga ritme belajar tetap terjaga tanpa terasa terlalu padat. Meski demikian, dinamika diskusi di dalam ruang pelatihan justru terasa semakin hidup, mungkin karena peserta sudah memiliki pengalaman praktis yang bisa dibawa ke ruang pelatihan.

Materi yang disampaikan mencakup beberapa topik penting, seperti The Ideal Leader & Worker, Leadership Personality, hingga Situational Leadership Style. Namun, yang cukup menarik perhatian adalah pembahasan tentang Title as a Leader.

Topik ini memantik banyak refleksi. Tidak sedikit peserta yang mulai mempertanyakan kembali cara mereka memaknai jabatan yang saat ini diemban.

Metode pembelajaran yang digunakan masih mempertahankan pendekatan scenario-based learning. Bedanya, studi kasus yang dibahas kini terasa lebih dekat dengan realitas yang dihadapi peserta sehari-hari.

Diskusi pun tidak lagi sekadar teoritis. Ada pengalaman nyata, ada tantangan yang benar-benar terjadi, dan dari situ muncul berbagai sudut pandang yang memperkaya proses belajar.

Dalam pelatihan ini, peserta juga diajak untuk menyelaraskan tindakan kepemimpinan mereka dengan nilai-nilai inti lembaga yang dirangkum dalam prinsip AGILE: Adaptive, Growth, Integrity, Link, dan Excellence.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya dibahas secara konseptual, tetapi juga diintegrasikan ke dalam berbagai simulasi dan latihan.

Kiki, manajer area Jakarta Barat 1 mengungkapkan bahwa pelatihan lanjutan ini terasa lebih “mengena” dibanding sebelumnya.

"Kalau yang pertama itu lebih membuka wawasan, yang sekarang lebih ke dalam. Saya jadi melihat kembali bagaimana saya memimpin tim selama ini. Ternyata masih banyak yang perlu disesuaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Farah, manajer area Utara 2 menyoroti bagaimana pelatihan ini membantunya dalam menghadapi situasi kerja yang tidak selalu ideal.

“Di lapangan itu kan sering berubah-ubah. Dari pelatihan ini saya belajar, gaya memimpin juga tidak bisa kaku. Harus fleksibel, tergantung kondisi tim dan tantangan yang dihadapi,” katanya.

Keterlibatan mitra Skolla EdTech dalam pelatihan ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan program. Selain menghadirkan fasilitator profesional, Skolla turut merancang alur pembelajaran yang memungkinkan peserta benar-benar terlibat aktif dalam setiap sesi.

Menjelang penutupan, suasana pelatihan terasa lebih reflektif. Tidak sedikit peserta yang masih berdiskusi, bahkan setelah sesi resmi berakhir. Ada semacam kesadaran baru yang mulai tumbuh - bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar menjalankan peran, tetapi juga proses belajar yang terus berlangsung.

Melalui pelatihan lanjutan ini, Bimbel Nurul Fikri membuktikan keseriusannya dalam membangun kualitas kepemimpinan yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan tim. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan, seiring dengan kebutuhan organisasi yang juga terus berkembang.

Pesan Dirut NF di Pleno Staf & Pengajar: Kita Punya Legacy yang Perlu Dibuktikan Kembali
Pesan Dirut NF di Pleno Staf & Pengajar: Kita Punya Legacy yang Perlu Dibuktikan...
defaultuser.png
Ka Amir
4 bulan yang lalu
Manfaat Try Out UTBK bagi Siswa: Ikhtiar Terukur Menuju PTN Impian
Manfaat Try Out UTBK bagi Siswa: Ikhtiar Terukur Menuju PTN Impian
defaultuser.png
Ka Amir
3 bulan yang lalu
Menjaga Lisan Di Sosmed: Puasa Bukan Cuma Menahan Lapar, Tapi Juga Jempol
Menjaga Lisan Di Sosmed: Puasa Bukan Cuma Menahan Lapar, Tapi Juga Jempol
defaultuser.png
Ka Amir
2 bulan yang lalu
5 Kesalahan Fatal Saat Memilih Jurusan yang Sering Diabaikan Siswa
5 Kesalahan Fatal Saat Memilih Jurusan yang Sering Diabaikan Siswa
defaultuser.png
Ka Amir
1 bulan yang lalu
TKA 2026 Berlangsung: Siswa Bimbel Nurul Fikri Lebih Siap Hadapi Soal Berbasis Pemahaman
TKA 2026 Berlangsung: Siswa Bimbel Nurul Fikri Lebih Siap Hadapi Soal Berbasis P...
defaultuser.png
Ka Amir
2 minggu yang lalu